Pelantikan Pengurus P4NJ Malang Raya Masa Khidmat 2025–2027 Digelar di UNISMA

Malang – Pengurus P4NJ (Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid) Malang Raya Masa Khidmat 2025–2027 resmi dilantik pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan pelantikan dilaksanakan di Aula Universitas Islam Malang (UNISMA) dan dimulai pukul 08.00 WIB.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh KH. Faiz. Dalam kesempatan tersebut, KH. Faiz secara resmi melantik seluruh jajaran pengurus P4NJ Malang Raya yang baru. Turut hadir pula H. Syamsul Ma'arif. yang mewakili dari P4NJ Pusat di kegiatan pelantikan.

Dalam sambutannya, KH. Faiz (Ketua Yayasan Nurul Jadid) menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru ini mampu membawa kemaslahatan umat sebagaimana cita-cita pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ia menegaskan bahwa keberadaan P4NJ diharapkan dapat menjadi wadah yang solid dalam mengayomi alumni, wali murid, serta para simpatisan, khususnya dalam pelayanan informasi dan penguatan hubungan dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sementara itu, H. Syamsul Ma'arif selalu Sekretaris P4NJ Pusat . menyampaikan doa dan harapan agar pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi dan umat.

Kegiatan pelantikan diakhiri dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan silaturahmi antar pengurus dan tamu undangan.

Undangan Istighosah dari P4NJ Pusat Oleh: Imdad Fahmi Azizi

Senang sekali menghadiri undangan dari P4NJ pusat ini, bisa kumpul bersama 150 peserta dari 18 P4NJ dari 28 P4NJ seluruh Indonesia.

Agenda rapat ini hanya satu: penyerahan panduan istighosah dan tausyiyah dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, KH Muhammad Zuhri Zaini.

Sebagaimana sambutan pengantar yang disampaikan oleh KH Junaidi, ketua P4NJ pusat, dan yang sudah ditulisan dalam berita Berdampak.net di atas, agenda ini berawal dari hasil sowan kiai Junaidi dengan Kyai Zuhri untuk meningkatkan istighosah dan permohonan kepada Allah, karena Umat Islam saat ini banyak mendapat cobaan dan fitnah.

"Kita harus peduli," kata Kiai Junaidi. Karena:

ومن لم يهتم بأمر المسلمين فليس منا 

"Barangsiapa siapa yang tidak peduli dengan urusan muslimin, maka bukan termasuk dari golongan kami," kata Kyai Junaidi, mengutip hadits yang ditulis oleh Kyai Zuhri dalam pengantar buku panduan.

"Buku panduan istighosah ini berisi tawassulat kepada seluruh Masyayikh pesantren Jawa, Madura, Kalimantan, dan seterusnya, hizib nashor, dan doa dari Kyai Zaini Mun'im," kata Kyai Junaidi.

Dalam tausyiyahnya, Kyai Zuhri menjelaskan bahwa di Nurul Jadid era 1970-an, jika ada masalah nasional, santri biasa istighosah. "Ini menunjukkan pentingnya istighosah: sunnah para pendahulu," ujar Kyai.

Hal ini karena kita sekarang disorot dunia.

Mengenai hizib nashor, Kyai menjelaskan bahwa musuh tidak usah disebut. Barangkali, musuh kita itu diri kita sendiri, kata Kyai Zuhri:

عدوك بين الجنبين 

Musuhmu ada di antara dua sisimu. "Yaitu nafsu kita," kata Kyai.

Kyai menyarankan tiga hal kepada kita dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

Pertama, saling menghargai.

Kyai Zuhri bercerita, ada kisah seorang ulama yang menghentikan langkahnya karena ada anjing lewat. Setelah ditanya oleh muridnya, ternyata jawabannya karena menghargainya.

"Aku yakin anjing itu tidak memiliki dosa," kata sang ulama.

"Tapi kalau kita biasa saja, ini lain tingkatan. Agar kita tidak dikatakan helap," kata Kyai Zuhri disambut gerrr seluruh di peserta.

كن كالناس ...

"Jadilah seperti manusia pada umumnya," tambah Kyai.

Dan bermanfaat kepada orang lain.

Kedua, saling memahami.

Misalnya, sebagaimana suami kita memahami bahwa sebagian istri kalau dandan dan persiapan itu membutuhkan waktu lama.

"Tetapi jangan lama-lama, istri harus memahami juga kalau suami sedang menunggu," tuturnya, lalu disambut tawa lagi oleh peserta.

Ketiga, saling memaafkan.

"Jika ketiga hal ini dilakukan dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat, in shaaAllah kedamaian akan terjadi," tuturnya.

Kyai kemudian menghentikan tausyiyahnya karena kumandang adzan. Kemudian setelah itu Kyai menyelesaikannya.

"Ini, mumpung berdoa diantara dua azan-yakni azan dan iqamah, mustajab," pungkasnya.

الدعاء بين الاذين مستجاب.

Acara lalu ditutup dengan doa.

Kemudian penyerahan Buku Panduan kepada seluruh Ketua P4NJ yang hadir.

Aula Mini Nurul Jadid, Sabtu 21 November 2025.

HAUL MASYAYIKH & PENGAJIAN KITAB SYU'ABUL IMAN DI P4NJ BONDOWOSO BERSAMA KH. MOH. ZUHRI ZAINI

Bondowoso – Pada Kamis, 13 November 2025, P4NJ Bondowoso menggelar kegiatan Haul Masyayikh dan Pengajian Kitab *Syu’abul Iman* yang dilaksanakan di Desa Tlogosari, Bondowoso. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan khidmat serta penuh keberkahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dilanjutkan dengan pengajian Kitab *Syu’abul Iman* bersama KH. Moh. Zuhri Zaini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Musleh Adnan (Alumni Nurul Jadid) dari Madura, yang memberikan tausiyah penuh makna dan motivasi spiritual kepada seluruh hadirin.

Acara ini turut dihadiri dari keluarga Nurul Jadid dan Pengurus P4NJ Pusat di antaranya: Lora Shola, Lora Roiq, Lora Hilman, Lora Dhorik, KH. Junaidi Mufhit selaku Ketua Umum P4NJ Pusat, dan H. Syamsul Ma’rif sebagai Sekretaris P4NJ Pusat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni, wali murid, simpatisan dan pengurus P4NJ daerah khusunya di Kabupaten Bondowoso, dimana memperkuat nilai-nilai keislaman, serta mengenang jasa para masyayikh yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah Islam. 

Pengasuh Resmikan Kantor P4NJ Probolinggo Barat dan Gedung TPQ Nurul Jadid Al Qomari

Probolinggo, 4 Mei 2025 – Sebuah momen bersejarah berlangsung di Masjid Nurul Jadid Al Qomari, Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo, saat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, BA, secara resmi meresmikan Kantor Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Probolinggo Barat* sekaligus Gedung TPQ Nurul Jadid Al Qomari, pada hari Ahad pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal yang dihadiri oleh para alumni, wali santri, serta simpatisan Pondok Pesantren Nurul Jadid dari berbagai wilayah di Probolinggo Barat. Kehadiran mereka mencerminkan ikatan yang kuat dan semangat kebersamaan dalam membangun dan melayani umat melalui pendidikan dan dakwah.

Prosesi peresmian berlangsung hangat dan khidmat, ditandai dengan penandatanganan oleh KH. Moh. Zuhri Zaini, BA, disambut dengan doa dan rasa syukur dari seluruh hadirin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keberadaan kantor dan TPQ sebagai pusat pelayanan dan pembinaan masyarakat, khususnya dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pelayanan wali santri di wilayah Probolinggo Barat.

Semoga kehadiran Kantor P4NJ dan Gedung TPQ ini mampu menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, serta menjembatani komunikasi dan pelayanan yang lebih baik bagi wali santri dan masyarakat sekitar.

Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, mencerminkan keberkahan serta semangat kolaborasi antar elemen masyarakat, alumni, simpatisan dan keluarga besar Nurul Jadid.

Dengan adanya sarana baru ini, diharapkan kegiatan kepondokan, pendidikan Al-Qur’an, serta pelayanan informasi kepada wali santri dan masyarakat bisa berlangsung lebih optimal, serta semakin memperkuat eksistensi Pondok Pesantren Nurul Jadid di tengah masyarakat.

Sekretariat P4NJ

Pondok Pesantren Nurul Jadid
Jl. KH. Zaini Mun'im,
Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar,
Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
PO. BOX 1 Paiton Probolinggo, Kode Pos: 67291
wa.me/6285258742796 (Sekretariat)

Media Sosial

FACEBOOK

INSTAGRAM

YOUTUBE